materi seni budaya tentang warna β Selamat datang di laman kami. Pada pertemuan ini admin akan membahas seputar materi seni budaya tentang warna. Batik, Perpaduan Seni motif dan Seni Warna Materi Digital from Warna hijau melambangkan kesejukan, keasrian, kehidupan, dan kenyamanan. Buku seni budaya kelas x sma. Dan kau tahu, bahwa bahwa kita tak akan bisa melangsungkan pernikahan kita, karena itu hanyalah merupakan pemblestoran belaka. materi seni budaya tentang warna. Materi Seni Budaya Tentang Warna Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Rangkuman materi pelajaran seni budaya yang lengkap untuk kelas 11 sma, smk, maupun, ma tentunya mencakup tentang apresiasi dari seni rupa dan pengembangan sikap. Materi seni budaya semester 1. Buku seni budaya kelas x sma. Materi subjek seni menjadi jauh dari tema tradisional seni tinggiβ tentang moralitas, mitologi, dan sejarah klasik; materi seni budaya tentang warna. Warna hijau melambangkan kesejukan, keasrian, kehidupan, dan kenyamanan. Materi subjek seni menjadi jauh dari tema tradisional seni tinggiβ tentang moralitas, mitologi, dan sejarah klasik; Warna orange melambangkan cinta kasih dan kemandirian. Warna primer warna primer merupakan sebuah kesatuan warna induk yang menjadi warna asli dan tidak. Pensil warna memiliki variasi warna yang banyak menghasilkan warna lembut. Kota berjuluk big apple ini dibagi jadi 5 area ialah manhattan, bronx, brooklyn,. Apresiasi berasal dari bahasa latin, appretiatus yang artinya penilaian/penghargaan. launching cafe dangdut new york digelar di area time square new penyanyi dangdut fitri karlina, tarian tradisi, gamelan dan pameran. Berikut ini penjelasan dari unsur warna dalam karya seni rupa. Materi seni budaya semester 1. Buku seni budaya kelas x sma. Materi seni budaya kelas x sma seni rupa penulis. Rangkuman materi pelajaran seni budaya yang lengkap untuk kelas 11 sma, smk, maupun, ma tentunya mencakup tentang apresiasi dari seni rupa dan pengembangan sikap. Rangkuman materi untuk pelajaran seni budaya untuk kelas 12 tentunya harus dikuasai. Pensil warna untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah. Dan kau tahu, bahwa bahwa kita tak akan bisa melangsungkan pernikahan kita, karena itu hanyalah merupakan pemblestoran belaka. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari materi kelas 4 muatan pelajaran seni budaya tentang lingkungan sebagai objek seni khususnya tentang tekstur. Apresiasi dilihat dari bahasa inggris,. Nah itulah pembahasan tentang materi seni budaya tentang warna yang bisa kami sampaikan. Terima kasih sudah pernah berkunjung pada website awak. mudah-mudahan artikel yang beta bahas diatas menaruh manfaat pembaca lalu meluap badan yg sudah berkunjung pada website ini. aku pamrih dukungan sejak seluruh partai bagi pengembangan website ini biar lebih bagus lagi.MateriSeni Budaya Kelas X: Seni Rupa 3 Dimensi. Pengertian Karya 3 Dimensi. Seni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang memerlukan ruang, karena mempunyai ukuran panjang, lebar, dan tebal. Karena seni rupa tiga dimensi tidak mempunyai bidang datar dan tidak datar, sehingga penempatannya berdiri lepas artinya tidak tergantung pada dinding pixabay Penjelasan warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. - Teman-teman pasti pernah mendengar tentang jenis warna primer, sekunder, dan tersier yang merupakan materi kelas 3 SD tema 3. Tiga jenis warna ini merupakan bagian dari unsur seni rupa, lo. Sebelum kita membahasa tiga jenis warna tersebut, mari pelajari dulu bergam unsur dalam seni rupa. Unsur seni rupa terdiri dari 8 jenis yaitu titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang. Setiap unsur dalam seni rupa itu memiliki peranan penting pada sebuah karya. Baca Juga Bentuk Geometris dan Non Geometris, Materi Kelas 3 SD Tema 3 Salah satu yang memiliki pernan penting adalah unsur warna. Warna merupakan salah satu unsur yang mendominasi dalam sebuah karya. Penggunaan warna pada sebuah gambar memberikan kesan seperti benda nyata. Selain menunjukan gambar seperti benda asli, warna juga menjadi simbol suasana hati. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan SENITARI ADALAH.. 1) Ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak yang ritmis dan indah. Ritmis adalah gerak yang mengikuti irama,ritme atau alunan music. Indah adalah gerakan yang berasal dari kehidupan sehari hari yang telah mengalami proses stillisasi atau penghalusan sehingga menghasilkan gerak yang indah. This article aims to describe the analysis of the subject matter of the 2013 revised 2017 Arts and Crafts Culture curriculum in a class V textbook viewed from various aspects. The method used in the analysis is the study of literature on the subject matter of MI / SD Art and Culture in teacher books and student books. The results of the analysis state that the development characteristics of grade V students are at the concrete operation stage. HOTS Distribution Critical Thinking 43%, Creative Thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Makers 14%. 4C Distribution Critical Thinking 37%, Creative Thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Digital Literacy 12% and Cultural and Citizenship Literacy 33%. Character Education Nationalism 23%, Integrity 3%, Independence 40%, Mutual Assistance 34%. The innovations offered in learning Arts and Culture and MI / SD Workshops enhance operational verbs for HOTS, use interactive teaching materials, add aspects of mathematical literacy, and add aspects of religious character education. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya dalam buku paket kelas V kurikulum 2013 revisi 2017 dilihat dari berbagai macam aspek. Metode yang digunakan dalam analisis adalah studi literatur tentang materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru dan buku siswa. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik perkembangan siswa kelas V berada pada tahapan operasi konkret. Distribusi HOTS Critical Thinking 43%, Creative thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Maker 14%. Distribusi 4C Critical Thinking 37%, Creative thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Literasi Digital 12% dan Literasi Budaya dan Kewargaan 33%. Pendidikan Karakter Nasionalisme 23%, Integritas 3%, Kemandirian 40%, Gotong royong 34%. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter religius. Figures - available via license CC BYContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Volume 8 Nomor 1 Januari - Juni 2020- 59 -E-ISSN 2503-0256 / ISSN 2355-0155ELEMENTARYDiakses di Teacher JournalANALISIS HOTS, 4C, LITERASI, DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM SENI BUDAYA DAN PRAKARYA MI/SD KURIKULUM 2013 Muh Syauqi MalikUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia19204080006 article aims to describe the analysis of the subject matter of the 2013 revised 2017 Arts and Crafts Culture curriculum in a class V textbook viewed from various aspects. The method used in the analysis is the study of literature on the subject matter of MI / SD Art and Culture in teacher books and student books. The results of the analysis state that the development characteristics of grade V students are at the concrete operation stage. HOTS Distribution Critical Thinking 43%, Creative Thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Makers 14%. 4C Distribution Critical Thinking 37%, Creative Thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Digital Literacy 12% and Cultural and Citizenship Literacy 33%. Character Education Nationalism 23%, Integrity 3%, Independence 40%, Mutual Assistance 34%. The innovations offered in learning Arts and Culture and MI / SD Workshops enhance operational verbs for HOTS, use interactive teaching materials, add aspects of mathematical literacy, and add aspects of religious character HOTS, 4C, Literacy, Character Education Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik60 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya dalam buku paket kelas V kurikulum 2013 revisi 2017 dilihat dari berbagai macam aspek. Metode yang digunakan dalam analisis adalah studi literatur tentang materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru dan buku siswa. Hasil analisis menyatakan bahwa karakteristik perkembangan siswa kelas V berada pada tahapan operasi konkret. Distribusi HOTS Critical Thinking 43%, Creative thinking 32%, Problem Solving 11%, Decision Maker 14%. Distribusi 4C Critical Thinking 37%, Creative thinking 27%, Communication 16%, Collaboration 20%. Literasi Digital 12% dan Literasi Budaya dan Kewargaan 33%. Pendidikan Karakter Nasionalisme 23%, Integritas 3%, Kemandirian 40%, Gotong royong 34%. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter Kunci HOTS, 4C, Literasi, Pendidikan KarakterA. PendahuluanAgama Islam berkembang di Indonesia melalui banyak cara, salah satunya melalui akulturasi seni dan budaya. Melalui budaya, agama Islam dapat diterima dengan cepat dan tanpa ada unsur pemaksaan. Seperti halnya tradisi-tradisi yang berkembang dalam masyarakat Indonesia merupakan produk dari akulturasi seni dan budaya dengan Islam. Tradisi yang telah ada pada masa lalu tidak serta merta dihilangkan begitu saja, namun para wali memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi dan kebudayaan masyarakat nusantara. Seni budaya memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu sejak pendidikan dasar kurikulum pendidikan di Indonesia juga mencantumkan Seni Budaya dan Prakarya Sutiyono, 2010.Materi yang disajikan dalam Seni Budaya dan Prakarya juga bervariasi sehingga akan didapatkan berbagai macam kecerdasan Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 61yang bisa dikembangkan oleh anak, seperti halnya kecerdasan dalam memahami diri sendiri, kecerdasan berimajinasi, kecerdasan bermusik, kecerdasan berbahasa, kecerdasan ξξξξξξξξξξ‘ξξξξ ξξξξξξξξξξξξξξξξξ‘ξξξξξξξξξξ¦ξξξξξ€ξξξξξξξξξξξξξξξξξξ ξξξξyang perlu dilakukan untuk mendapatkan kecerdasan tersebut perlu menggunakan berbagai metode yang sesuai. Keterampilan berpikir level unggul perlu dimiliki oleh siswa sehingga mereka mampu memberikan solusi pada permasalahan yang mereka alami. Perlu dilakukan analisis secara mendalam tentang sudah sesuaikah materi dalam Seni Budaya dan Prakarya yang disajikan kepada siswa dengan kebutuhan mereka yakni kemampuan berpikir tingkat abad ini perkembangan ilmu pengetahuan dan ξξξξξξξξξξ ξξξξξξξ ξξξξξξξξξξξ ξξξξξξξξξ ξξξξξ ξξξξξξξξξξξ ξξξξξmanusia. Kompetensi untuk hidup layak bergantung pada keterampilan-keterampilan yang diperlukan, diantaranya kritis dalam berpikir, kreativitas, kemampuan berkolaborasi dan kemampuan berkomunikasi Sani, 2019. Pertanyaan nya apakah materi dalam Seni Budaya dan Prakarya yang disajikan kepada siswa sudah sesuai dengan kebutuhan mereka pada abad ini, yakni kemampuan dalam critical thinking, creativity, collaboration, dan communication?Kehidupan masyarakat pada era saat ini dapat dipahami melalui perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang menuntut masyarakat agar memiliki kemampuan dasar agar dapat bertahan hidup, kemampuan dasar itu disebut juga dengan literasi dasar Yusuf & Hayat, 2010. Literasi dasar sangat ditekankan oleh pemerintah karena mengikuti tuntutan zaman, literasi dasar yang dimaksud meliputi literasi baca-tulis, ξξξξξξξξξ ξξξξξξξξξ‘ξ ξξξξξξξξξ ξξξξξξ‘ξ ξξξξξξξξξ ξξξξξξξξ‘ξ ξξξξξξξξξ ξξξξξξξξξξ‘ξliterasi budaya dan kewargaan. Tak ketinggalan pula pendidikan karakter yang terus disuarakan agar dapat membentuk pribadi yang cerdas serta berakhlaqul karimah. Sudah termuatkah semua aspek tersebut dalam materi pokok Seni Budaya dan Prakarya? Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik62 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya diantaranya, tidak semua siswa menaruh perhatian atau minat terhadap materi, kesulitan siswa dalam pemahaman materi yang telah diajarkan, kurangnya pengelolaan waktu yang baik, selain itu juga tidak semua latar belakang guru pengampu Mata pelajaran Menguasai dalam hal Seni Budaya dan Prakarya. Padahal seni itu sagat penting untuk dipelajari, karena mempelajari seni dapat membangkitkan semangat baru dengan citra Indonesia sehingga tradisi-tradisi kesenian tetap lestari dan muncul ke permukaan, tidak hanya di kancah Nasional namun juga di kancah internasional Prawira, 2016. Berdasarkan paparan yang dijelaskan tersebut, penulis merasa perlu melakukan kajian analisis materi pokok Seni Budaya dan Prakarya secara mendalam dan terperinci untuk mengetahui apakah materi yang diberikan siswa sudah layak dikonsumsi oleh siswa atau belum, apakah sudah sesuai dengan tuntutan kebutuhan zaman saat ini atau belum, serta inovasi dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya masa Pembahasan1. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berjenis studi pustaka. Studi pustaka merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang lokasi atau tempat penelitiannya dilakukan di pustaka, dokumen, arsip, dan lain sejenisnya Prastowo, 2011. Dengan kata lain, metode penelitian ini tidak menuntut kita mesti terjun ke lapangan melihat fakta langsung sebagaimana adanya. Sumber data diperoleh dari Buku Siswa dan Buku Guru Seni Budaya dan Prakarya Kelas V Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan data-data kepustakaan yang telah dipilih, dicari, disajikan dan dianalisis. Teknik analisis data secara manual dengan menganalisis Buku Guru dan Buku Siswa dan menghimpunnya menggunakan aplikasi microsoft excel. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 632. Karakteristik Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDSeni Budaya dan Prakarya mempunyai peran yang sangat besar bagi siswa, karena materi pokok dalam Seni Budaya dan Prakarya mengandung beberapa sifat yang penting, seperti multidimensional, multilingual, dan multikultural. Multidimensional berarti seni mampu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan manusia, seperti kecerdasan emosi, kecerdasan intelektual, kecerdasan kreatif, kecerdasan moral serta kecerdasan spiritual. Melalui berbagai peningkatan kecerdasan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter yang kuat sehingga siap dalam mengikuti pembelajaran. Pendidikan seni juga mampu menjadikan siswa inovatif, kritis, kreatif, imajinatif, dan mengembangkan kepekaan sosial dalam lingkungannya. Multilingual berarti mengembangkan kemampuan berkomunikasi melalui berbagai ragam bahasa, seperti bahasa dalam hal ini digunakan untuk berkomunikasi secara visual, bunyi, dan gerak. Sifat multikultural berarti melalui seni budaya dan prakarya mampu memupuk rasa persaudaraan dan saling menghargai antar sesama manusia serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri maupun budaya orang lain. Sehingga seni dapat dijadikan sebagai dasar pemersatu bangsa Prawira, 2016.Keberadaan karya seni secara teoritis mempunyai tiga macam fungsi, yaitu fungsi personal mengekspresikan karya seni dilihat dari pandangan personal penciptanya, contoh karya patung yang dibuat untuk menggambarkan kebesaran cintanya Frans Hall, fungsi sosial kecederungan untuk mempengaruhi tingkah laku terhadap kelompok manusia, contoh poster dan ξξξξξξξξξ‘ξ ξξξξ ξξξξξξξ ξξξξξξ ξξξξξξξξξξξξξξ ξξξξξ ξξξξξξξξξξ ξξξξξξ‘ξcontoh sendok, dekorasi, busana, dan perabot rumah tangga Kartika, 2017. Diantara fungsi dan tujuan Seni Budaya dan Prakarya yaitu pengembangan sikap, keahlian, dan antusias Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik64 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... dalam berkarya sehingga menciptakan generasi-generasi yang kreatif serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi era digital ξξξξξξξξξξξξξ‘ξξ΄ξ²ξ³ξ΅ξξ€ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξbuku siswa, jenis font yang digunakan adalah sans serif dengan ukuran 12 pt, pembahasan disajikan dari konkret ke abstrak, format paragraph align left untuk buku guru dan justify untuk buku aspek dalam materi pokok Seni Budaya dan Prakarya adalah sebagai berikutBahari, 2014.a. Seni rupa Seni rupa merupakan wujud hasil karya manusia yang diterima melalui indera penglihatan, secara garis besar dibagi menjadi seni murni dan seni terap. Seni murni merupakan istilah untuk mencirikan bahwa karya sastra yang dihasilkan tidak bermaksud untuk memenuhi tujuan praktis, tetapi murni sebagai media ekspresi seperti seni ξξξξξξ‘ξ ξξξξξ ξξξξξξξ‘ξ ξξξξ ξξξξξ ξξξξξξξ€ξ ξξξξξξξξξξ ξξξξξ ξξξξξξadalah seni yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari, seperti pakaian dan peralatan dapur. b. Seni musikSeni musik adalah seni yang diterima melalui indera pendengaran. Secara garis besar, musik dibagi mejadi dua yaitu diatonis dan pentatonis. Contoh musik diatonis adalah piano, gitar, ansambel, dan orkesta. Contoh musik pentatonis adalah gamelan. c. Seni tariSeni tari adalah seni yang dapat dilihat melalui indera penglihatan dan dapat dinikmati melalui gerakan-gerakan tubuh dengan ritme yang teratur dan diiringi musik. Seni tari meliputi keterampilan gerak dengan memadukan antara audio, tari, dan rasa serta apresiasi terhadap tarian-tarian. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 65d. Seni dramaSeni drama merupakan jenis pertunjukan seni audio visual karena dapat dilihat melalui indera penglihatan dan dapat didengar melalui indera pendengaran. Kehadiran penonton sama-sama pentingnya dengan pemain diatas panggung. Seni drama meliputi keterampilan dalam memadukan seni musik, seni tari, dan seni rupa dalam kegiatan berkarya dalam seni rupa diantaranya berdimensi dua dwimatra dan berdimensi tiga trimatra. Dwimatra menghasilkan karya bersifat datar, tidak mempunyai volume, dan bisa dipandang dari bagian depannya. Unsur visual dibentuk melalui garis, bentuk warna, tekstur, dan bidang. Sedangkan trimatra memiliki volume, ruang, dan bisa dipandang dari berbagai macam arah pandangan. Unsur visualnya dibentuk melalui komposisi unsur bentuk, warna, tekstur, ruang, dan cahaya. Prinsip estetika dalam seni rupa dwimatra maupun trimatra relatif sama, yaitu mempertimbangkan keseimbangan, ritme, proporsi, keselarasan, dan penekanan Prawira, 2017.Seni rupa sebagai cabang seni dalam wujud visual mengacu pada bentuk-bentuk visual yaitu susunan atau komposisi, unsur-unsur yang dimaksudkan diantaranya unsur dasar dalam elemen seni rupa yang terkecil; batas limit dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, dan warna; wujud yang tampak di alam dan tampak nyata; perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu; kehampaan tiga dimensional dimana benda mempunyai kedudukan dan arah yang relatif; representasi alam, simbol, tanda, dan lambang; Terang mempertegas volume suatu bentuk Sunarto & Suherman, 2017.Selain unsur seni rupa juga terdapat unsur estetik, yakni prinsip untuk merencanakan dalam proses penciptaan seni rupa, diantaranya kesatuan antar semua unsur seni rupa; keselarasan dan keserasian atau harmoni; Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik66 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... menekankan keseimbangan yang mendukung gerak atau arah; memberi kesan kesatuan dari bentuk ekspresi; menarik perhatian peminat; tidak lebih dan tidak kurang Sunarto & Suherman, 2017. Seni tari merupakan salah satu cabang seni yang sangat mempunyai kaitan yang erat dalam kehidupan manusia sebagai warisan budaya. Tari merupakan ungkapan perasaan seseorang yang diungkapkan melalui gerakan-gerakan yang indah. Diantara unsur-unsur tari meliputi atau gerak tari yaitu keterampilan gerak tubuh penari, meliputi gerak imitatif dan gerak imajinatif; yaitu pola yang dilakukan untuk mencapai gerak yang harmonis, meliputi wirama tandak dan wirama bebas; yaitu tingkatan penjiwaan dalam tarian Hendriani, 2016.3. Perkembangan Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya SD/MI Perkembangan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya di SD/MI dapat dianalisis dengan berbagai macam aspek, meliputi Kompetensi Dasar, indikator, tujuan pembelajaran, dan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dalam buku guru maupun buku siswa penulis memilih fokus di kelas V Kurikulum 2013 edisi revisi 2017. Pembahasan secara lebih detail adalah sebagai Struktur keilmuan pendidikan Seni Budaya dan Prakarya terkiniMenurut Permendikbud nomor 37 tahun 2018 sebagai perubahan atas Permendikbud nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, tujuan kurikulum memiliki empat kompetensi, yaitu sikap, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetensi-kompetensi tersebut dapat Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 67diperoleh berdasarkan berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2018.Rumusan sikap spiritual yaitu βMenerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnyaβ. Sedangkan rumusan sikap sosial adalah βMenunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung Jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah airβ. Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan di kelas V SD/MI dalam materi Seni Budaya dan Prakarya Seni Budaya dan Prakarya dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampuTabel 1. Kompetensi Inti dan Kompetensi DasarKOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermainMenyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak muliaKOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR memahami gambar cerita membuat gambar memahami tangga menyanyikan lagu-lagu dalam berbagai tangga nada dengan iringan memahami pola lantai dalam tari kreasi mempraktikkan pola lantai pada gerak tari kreasi memahami karya seni rupa membuat karya seni rupa daerah Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik68 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Menurut analisis penulis, relevansi materi pokok Seni Budaya dan Prakarya Kelas V dalam Buku Guru dan Buku Siswa Kelas V Kurikulum 2013 Revisi 2017 dengan Permendikbud nomor 37 tahun 2018 sebagai perubahan atas Permendikbud nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, sudah sesuai dan relevan. b. Karakteristik perkembangan siswaKarakteristik perkembangan siswa pada masa Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah memasuki tahap βOperasional Konkretβ, dalam tahapan ini siswa sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek yang ada dalam dirinya maupun lingkungan yang ada di sekitarnya. Anak saat berada pada tahap Operasional Konkret masa 7-11 tahun sudah mampu menalar secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan bisa menggolongkan objek ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda Santrock, 2009b.Tahap perkembangan kognitif anak sebagaimana diungkapkan oleh Jean Piaget memiliki 4 tahapan, tahap sensori motorik usia 0 sampai 2 tahun, tahap praoperasional usia 2 sampai 7 tahun, tahap operasional konkret usia 7 sampai 11 tahun, tahap operasional formal usia 11 tahun sampai dewasa Ibda, 2015. Menurut Piaget, anak memiliki struktur kognitif yang biasa disebut skema yang diaplikasikan untuk memahami dunia anak. Skema bisa merambah mulai hal-hal yang sederhana hingga hal yang abstrak. Hal-hal tersebut dilakukan melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi yaitu memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang telah ada, dan akomodasi merupakan proses penyesuaian skema mereka dengan lingkungan Prastowo, 2014. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 69Usia-usia seperti ini sangat membutuhkan guru yang mendukung serta peduli terhadap perkembangan anak sehingga mereka memiliki motivasi yang lebih kuat dalam mengerjakan tugas-tugas akademiknya. Suatu penelitian menyebutkan bahwa kualitas hubungan yang baik antara guru dan murid dapat menjadikan murid berkembang sehingga pribadi mereka lebih berkompeten apabila mereka dipedulikan Santrock, 2009a.Selain membutuhkan guru yang peduli, siswa juga memerlukan guru yang benar-benar kompeten di bidangnya serta memiliki komitmen yang tinggi dalam profesinya. Kompetensi guru yang dimaksud sebenarnya sudah pernah dipaparkan oleh Ki Hajar Dewantoro dengan ucapan legendarisnya, ing ngarso sung tuladha ing madya mangun karsa, tut wuri handayani Prihadi, 2010.Penulis dalam hal ini memfokuskan pada materi Seni Budaya dan Prakarya kelas V, sedangkan karakteristik siswa kelas 5 menurut Hume, 2011 adalah sebagai berikut1 Karakteristik siswa kelas VSiswa sangat menyukai dunia desain, merancang baju, perabotan rumah serta ingin membantu bagi sesama, mampu menanggung tanggungJawab, suka menolong, mampu berkolaborasi dengan baik, toleransi. Mereka menyukai bahan dan teknik-teknik baru, mampu mengaplikasikan bahan-bahan yang disediakan. Namun mereka bisa menjadi mider apabila karya mereka kurang real ataupun kalah bagus dengan teman sekelasnya. Laki-laki cenderung terpisah dengan perempuan serta memiliki hobi dan minat tersendiri, serta mampu melakukan sesuatu dengan jangka waktu yang lama. Siswa yang menyukai seni mampu menghabiskan waktu lebih banyak untuk hal seni. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik70 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 2 Hal yang dapat dikerjakan siswa kelas VSiswa kelas V mampu mengunakan pensil, pensil warna, pastel, dan arang untuk membuat tekstur dan permukaan yang mereka sukai. Mereka mampu membuat ubin, balok, dan konstruksi menggunakan tanah liat. Mereka mampu membuat tepi cat yang tajam, mencampur warna dengan menggunakan cat. Mereka mampu menerapkan sapuan tinta, kontrol garis, dengan tinta serta mampu menggunakan spidol dengan baik. Mereka mampu melipat, momotong, menggunting, merobek kertas dengan baik. Mereka mampu membuat pahatan, patung, serta cetakan dan membuat cap dari gambar. 3 Pemahaman konsep siswa kelas VMereka memahami bahwa tugas mematung yang diberikan kepadanya dapat dipasang di tempat umum; mematung harus menggunakan bahan yang tepat agar ξξξξξξξξξξξξξξξξξ’ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξbahan yang digunakan dalam bangunan. Mereka mengetahui perbedaan karya seni dari beragam budaya serta menggunakan warna untuk menggambar sesuatu yang mereka rasakan. Mereka mengenali simbol-simbol dan objek untuk menciptakan karya seni dan memahami bahwa cahaya, jarak, dan gerak dapat mempengaruhi tampilan Saran bagi pendidik kelas VHendaknya guru membiarkan siswa mengekspresikan karyanya serta memberikan arahan; mengenalkan berbagai karya seni agar siswa mampu membuat karya seni yang real; memberikan tugas riset mengenai seniman; menugasi siswa memajang karya seni dan mengatur bahan-bahan kesenian; mengulas konsep realisme, abstraksi, ruang positif dan negatif, cahaya dan bayangan, serta tekstur; mengenalkan prespektif satu titik dan dua titik; melakukan studi kelompok dan proyek. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 71Gambar 1. Distribusi kata kerja operasional Tujuan Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi kata kerja operasional tujuan Seni Budaya dan Prakarya dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutC1 Mengingat = 4%C2 Memahami = 33%C3 Mengaplikasikan = 34%C4 Menganalisis = 7%C5 Mengevaluasi = 1%C6 Mencipta = 21%Berdasarkan data yang telah dipaparkan, dapat diambil kesimpulan bahwa kata kerja operasional dalam tujuan pembelajaran materi Seni Budaya dan Prakarya kelas V masih lebih banyak mengandung LOTS daripada HOTS dengan perbandingan 71%29%. 4. Higher Order Thinking Skills HOTS Dimensi, Level Kognisi, dan KemampuanBanyak sekali permasalahan yang berkembang dalam kehidupan saat ini, permasalahan-permasalahan tersebut Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik72 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... muncul akibat perbedaan antara kebutuhan dan solusi-solusi yang ditawarkan. Mungkin solusi yang ditawarkan tidaklah cukup untuk mengatasi segala permasalahan yang tengah berkembang di masyarakat saat ini. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau yang biasa disebut dengan Higher Order Thinking Skills HOTS.Keterampilan tersebut perlu dimiliki oleh siswa supaya mereka dapat menuntaskan masalah dalam kehidupan yang mereka alami dan memerlukan kajian lebih mendalam dan lebih kompleks. Berdasarkan penelitian, keterampilan tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu Higher Order Thinking Skills HOTS dan Lower Order Thinking Skills LOTS. Penjelasan secara lebih detail adalah sebagai berikut Sani, 2019.Tabel 2. Perbedaan HOTS dan LOTSHOTS LOTSCreative Thinking Strategi kognitifCritical Thinking PemahamanProblem Solving ξξξξξξξξξξξξξξξξξξMembuat keputusan MembedakanMengevaluasi Menggunakan aturan rutinAnalisis kompleks Analisis sederhanaAnalisis sistem Aplikasi sederhanaGambar 2. Distribusi HOTS Seni Budaya Dan Prakarya Kelas 5 Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 73Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi HOTS dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutH1 = Critical Thinking = 43%H2 = Creative Thinking = 32%H3 = Problem Solving = 11%H4 = Decision Maker = 14%Domain yang paling mendominasi adalah aspek Critical Thinking disusul oleh Creative thinking, Decision Maker, dan Problem Solving. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk mencerna informasi yang diterimanya dengan lebih mendalam sebelum mereka mulai meciptakan karya, agar karya yang dihasilkan lebih optimal. 5. 4C Critical Thinking, Creativity, Communication, dan CollaborationPada abad 21 ini keterampilan berpikir diperlukan agar manusia tidak kehilangan eksistensinya sebagai makhluk yang berkeadaban. Perkembangan industri yang terjadi saat ini menyebabkan dampak yang luar biasa apabila manusia tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. Keterampilan ini diperlukan agar manusia dapat menghadapi tantangan, permasalahan, beban kehidupan, dan perekonomian pada abad ini. Beberapa organisasi telah merumuskan bahwa keterampilan yang diperlukan pada abad ini disebut dengan βThe 4Csβ yang meliputi Critical Thinking, Creative thinking, Communication, Collaboration. Critical Thinking yaitu keterampilan yang digunakan dalam melakukan analisis dalam tindakan yang logis. Creative thinking yaitu kegiatan dalam menemukan hal baru yang belum pernah diketahui sebelumnya untuk solusi setiap permasalahan yang baru. Communication yaitu kemampuan dalam menyampaikan gagasan baik tertulis maupun lisan. Collaboration adalah kemampuan bekerja sama sebagai tim yang solid dalam mengatasi suatu permasalahan Redhana, 2019. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik74 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Gambar 3. Distribusi 4C Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi 4C dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutF1 = Critical Thinking = 37%F2 = Creative thinking = 27%F3 = Communication = 16%F4 = Collaboration = 20%Domain yang paling mendominasi adalah aspek Critical Thinking disusul oleh Creative thinking, Collaboration, dan Communication. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk mencerna informasi yang diterimanya dengan lebih mendalam sebelum mereka mulai meciptakan karya, agar karya yang dihasilkan lebih optimal. 6. Literasi budaya dan kewargaanLiterasi budaya yaitu kompetensi untuk memahami serta berperilaku terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai bangsa dan negara. Sedangkan literasi kewargaan yaitu kompetensi untuk memahami kewajiban serta hak sebagai warga negara. Dapat ditarik kesimpulan bahwa literasi budaya dan kewargaan adalah kompetensi dalam berperilaku terhadap lingkungan sosial Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 75sebagai salah satu bagian dari bangsa dan budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017a.7. Literasi digitalLiterasi digital yaitu kompetensi dalam memahami, mengakses, merangkai, dan mengaplikasikan informasi dari bermacam-macam bentuk serta beragam sumber yang sangat luas dan dapat diakses melalui alat-alat teknologi. Terdapat beberapa unsur yang mendasari literasi digital diantaranya kultural, kognitif, konstruktif, komunikatif, kepercayaan diri yang bertanggungJawab, kreatif, kritis, dan bertanggungJawab secara sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017b.Gambar 4. Distribusi Literasi Dasar Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirici bahwa distribusi Literasi Dasar dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutL1 = Literasi Baca-Tulis = 20%L3 = Literasi Sains = 8%L4 = Literasi Digital = 12%L5 = Literasi Finansial = 27%L6 = Literasi Budaya dan Kewargaan = 33% Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik76 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Domain yang paling mendominasi adalah aspek literasi ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξ‘ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξ‘ξξξξξξξξξξξξξ ξξ‘ξliterasi digital, dan literasi sains. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas V diarahkan untuk lebih mencintai nilai-nilai kebudayaan dalam seni terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan penerapan konsep-kosep pada karya mereka. 8. Pendidikan karakterPendidikan merupakan usaha sadar dan dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan pembelajaran supaya siswa dapat mengembangkan diri secara aktif agar mempunyai akhlak terpuji, manajemen diri, intelektual, terampil dan cerdas untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan Negara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2003.Sedangkan karakter yaitu tabiat seseorang yang menjadi kekhasan tersendiri antara dirinya dengan orang lain. Selain itu, karakter merupakan sifat yang tetap dalam diri manusia yang telah mengakar sehingga membuatnya bertindak tanpa perlu pemikiran terlebih dahulu Syarbini, 2012. Karakter merupakan sistem daya juang yang memuat tata nilai kebijaksanaan atau akhlak dan moral yang melekat dalam diri manusia, tata nilai tersebut timbul dari dalam diri seseorang sebagai dasar pemikiran, sikap dan perbuatan yang mereka lakukan Syarbaini, 2011. Pendidikan karakter yaitu sistem penumbuhan karakter yang terdiri dari komponen pengetahuan, sikap, dan tindakan untuk melaksanakan nilai luhur kepada diri sendiri, orang lain, lingkungan, bangsa dan negara, serta Tuhan yang maha kuasa Kurniawan, 2016. Dalam konteks ini, pendidikan karakter selain fokus pada aspek kognitif, juga fokus pada afektif dan pembinaan potensi siswa yang dikembangkan melalui kegiatan pembiasaan nilai karakter yang luhur agar terpatri dalam pribadi setiap siswa. Implementasi pedidikan karakter melalui seni salah satunya menggunakan lagu model, maksudnya muatan akhlaq, Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 77ibadah, bahkan aqidah dapat meresap dalam sanubari dengan sukarela dan tanpa paksaan seperti halnya dakwah ala Walisongo yang merekayasa tembang-tembang dan instrumen musik agar dakwah mereka dapat diterima dengan mudah oleh lapisan elemen masyarakat. Disamping itu, pada masa kini juga bisa menggunakan lagu model sebagai pendidikan karakter, lagu model merupakan lagu yang dipilih dan digunakan sebagai jembatan dalam mempelajari aspek karakter yang ditanamkan pada peserta didik. Lagu model ini dapat diputar di pagi hari untuk menyambut kedatangan para siswa sehingga siswa akan hafal lagu tersebut serta lagu tersebut dapat tumbuh menjadi karakter dalam diri siswa Purwanto, 2016. Gambar 5. Distribusi Pendidikan Karakter Seni Budaya dan Prakarya Kelas 5Berdasarkan data tersebut dapat dirinci bahwa distribusi Pendidikan Karakter dalam Buku Seni Budaya dan Prakarya Kelas V adalah sebagai berikutK2 = Nasionalisme = 23%K3 = Integritas = 3%K4 = Kemandirian = 40%K5 = Gotongroyong = 34%Domain yang paling mendominasi adalah aspek kemandirian. Aspek kemandirian sangat ditekankan dalam Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik78 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Seni Budaya dan Prakarya agar mereka mampu menyelesaikan tugas-tugas pribadinya dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan gotong royong agar menumbuhkan saling kebersamaan, selanjutnya adalah aspek nasionalisme dan diikuti oleh aspek integritas. 9. Kelebihan dan Kekurangan Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDBerdasarkan analisis yang telah penulis lakukan, secara keseluruhan materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD sudah baik karena sudah memiliki aspek-aspek yang diperlukan dalam memenuhi tuntutan pendidikan Abad 21 seperti HOTS, 4C, literasi, dan pendidikan karakter. Pembelajaran juga dinilai holistik dan integratif serta kontekstual apabila guru menjalankan intruksi dalam Buku Guru. Dari segi sajian bacaan dan proporsi gambar juga sudah sesuai untuk perkembangan peserta didik kelas V MI/SD. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan seperti penggunaan kata kerja operasional yang masih di tahap C2, serta perlunya penambahan-penambahan dalam aspek HOTS, 4C, literasi, dan pendidikan karakter agar lebih matang dalam proses pembelajaran. 10. Inovasi Materi Pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SDBerdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa permasalahan dan inovasi nya sebagai Kata Kerja Operasional dalam Kompetensi Dasar Seni Budaya dan Prakarya semuanya dalam tingkatan C2 memahami dan masih tergolong LOTS, maka alangkah lebih baiknya ditingkatkan menjadi C4 atau C5 atau C6 yang tergolong HOTS. b. Kata Kerja Operasional dalam Tujuan Seni Budaya dan Prakarya masih kebanyakan menggunakan LOTS 71%, oleh karena itu bisa ditingkatkan lagi menuju Materi berdasarkan analisis HOTS dan 4C sudah tergolong cukup, namun perlu dilakukan inovasi dalam Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 79proses pembelajarannya, yaitu menggunakan bahan ajar interaktif. Bahan ajar interaktif yaitu bahan ajar yang didesain agar mampu menjalankan intruksi balik kepada pengguna agar menjalankan suatu aktivitas. Bahan ajar interaktif juga disebut sebagai kombinasi dari berbagai ξξξξξξξξξξξξξ‘ξξξξξξξξ‘ξξξξξξ‘ξξξξξξξ‘ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξuntuk mengendalikan perintah Prastowo, 2012. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki manfaat yang banyak, diantaranya ditemukannya bahan ajar yang sesuai kebutuhan kurikulum, tidak hanya bergantung pada buku teks, bahan ajar lebih komprehensif, menambah keilmuan, mampu membangun komunikasi yang efektif, siswa lebih memiliki peluang untuk mengeksplor pengetahuan mereka, dan siswa mendapatkan kemudahan dalam mempelajari materi Prastowo, 2015. d. Segi literasi dasar sudah hampir mencukupi, namun perlu ditambahkan literasi matematika nya. Sedangkan dari aspek pendidikan karakter perlu ditambahkan aspek religius, karena puncak seni adalah SimpulanBerdasarkan hasil analisis penulis, dapat disimpulkan bahwa Karakteristik Seni Budaya dan Prakarya MI/SD mencakup aspek seni rupa, aspek seni musik, aspek seni tari dan seni drama. Relevansi materi pokok Seni Budaya dan Prakarya MI/SD dilihat dari berbagai aspek, diantaranya struktur keilmuan, karakteristik ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξ‘ξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξξ‘ξ4C Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, literasi budaya dan kewargaan, literasi digital dan pendidikan karakter. Inovasi yang ditawarkan dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya MI/SD adalah meningkatkan kata kerja operasional menjadi HOTS, menggunakan bahan ajar interaktif, menambahkan aspek literasi matematis, serta menambahkan aspek pendidikan karakter religius. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik80 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... DAFTAR PUSTAKABahari, N. 2014. Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Pustaka D. 2016. Pengembangan Seni Budaya dan Keterampilan. Penerbit H. D. 2011. Panduan untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri F. 2015. Perkembangan Kognitif Teori Jean Piaget. Intelektualita, 31.Kartika, D. S. 2017. Seni Rupa Modern. Rekayasa Pendidikan dan Kebudayaan. 2017a. Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Tim GLN Pendidikan dan Kebudayaan. 2017b. Materi Pendukung Literasi Digital. Tim GLN S. 2016. Pendidikan Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Ar-Ruzz Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Ar-Ruzz A. 2012. Pengetahuan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... 81Prastowo, A. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Kencana Prenada A. 2015. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Prenada Media N. G. 2016. Benang Merah Seni Rupa Modern. PT. Sarana Tutorial Nurani N. G. 2017. Seni Rupa dan Kriya. PT. Sarana Tutorial Nurani S. R. 2010. Serpih-Serpih Pandangan Ki Hajar Dewantara. Kepel S. 2016. Pendidikan Karakter melalui Seni. Pustaka I. W. 2019. Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 dalam Pembelajaran Kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13, R. A. 2019. Pembelajaran Berbasis HOTS Higher Order Thinking Skill Edisi Revisi. Tira J. W. 2009a. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas, Jilid Dua. PT. Gelora Aksara J. W. 2009b. Perkembangan Anak, Edisi Kesebelas, Jilid Satu. PT. Gelora Aksara & Suherman. 2017. Apresiasi Seni Rupa. Thafa A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Kencana Prenada 2010. Pribumisasi Islam melalui Seni-Budaya Jawa. Insan S. 2011. Pendidikan Pancasila, Implementasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa di Perguruan Tinggi. Ghalia Indonesia. Elementary Vol. 8 No. 1 Januari - Juni 2020Muh Syauqi Malik82 Analisis Hots, 4C, Literasi, dan Pendidikan Karakter dalam Seni.... Syarbini, A. 2012. Buku Pintar Pendidikan Karakter. as-Prima Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003.Yusuf, S., & Hayat, B. 2010. Benchmark Internasional Mutu Pendidikan. Bumi Aksara. ... Pada kurikulum 2013, siswa ditekankan untuk melakukan pembelajaran berbasis saintifik yaitu dengan menekankan siswa untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, mencari informasi dan mengumpulkan informsi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah Malik, 2020. Melalui pembelajaran ini, siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan dilingkungan mereka berada Malik, 2020;Harosid, 2019. ...... Pada kurikulum 2013, siswa ditekankan untuk melakukan pembelajaran berbasis saintifik yaitu dengan menekankan siswa untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, mencari informasi dan mengumpulkan informsi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah Malik, 2020. Melalui pembelajaran ini, siswa akan mampu mengembangkan pengetahuan dalam kehidupan dilingkungan mereka berada Malik, 2020;Harosid, 2019. ...Heri KusnawanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model project based learning dalam meningkatkan hasil belajar seni budaya siswa. Indikator hasil belajar siswa yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah; dapat mengeksplore, mendesain, dan mempublikasikan/memamerkan karya seni musik recorder. Penelitian ini dilakukan di kelas IX di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bogor, Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 2 siklus penelitian, setiap siklus penelitian terdiri dari dua pertemuan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa tuntas pada siklus I sebesar 68,75% siswa dengan hasil rata-rata kelas sebesar 76,88 dan hasil belajar siswa tuntas pada siklus II sebesar 87,5% siswa dengan hasil rata rata kelas sebesar 86,9. Dengan demikian pembelajaran dengan model project based learning berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam mempelajari materi teknik penjarian Duta MandalaSukartonoA good knowledge book is a novel that can accommodate students in solving environmental cases, does not bring wrong thoughts, and can be presented to scientific laws. This book is very useful for teachers as a learning resource to improve student learning outcomes. Through the evaluation of Greene and Petty theory textbooks, this study intends to evaluate the caliber of grade II students' books on subject 4, Clean and Healthy Living, in primary schools. Researchers employed qualitative research methodologies and qualitative research analysis approaches in this study. According to Greene and Petty, the study used ten criteria for high-quality books. The data source used is the book of grade II student themes 4 of the 2013 curriculum. Data were collected during this study using documentation and observation techniques. The strategies used in this work for interactive model data analysis include data reduction, data storage, and data validation. The method used to collect data is sheet analysis, consisting of a set of data collection criteria and tools. Based on the study's results, grade II student books theme 4 of the 2013 curriculum scored 93,5% with high-quality MirantiLilik LilikRetno Winarni Anesa SuryaPentingnya pendidikan karakter yang dapat dibentuk dan dikembangkan melalui nilai-nilai karakter yang akan mendorong seseorang untuk mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku sebagai suatu perbaikan moral yang tidak terlepas dari faktor budaya dan lingkungan yang mempengaruhinya. Sumber alternatif pendidikan nilai moral adalah kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai pedoman aktivitas sehari-hari sebagai media pembentukan karakter yang bermakna dalam kehidupan sosial. Salah satu kearifan lokal yang dapat dijadikan pembelajaran nilai karakter adalah seni batik, suatu budaya bangsa dengan ciri khas motif yang unik dan penuh makna simbolik. Berbagai jenis batik nusantara yang divisualisasikan ke dalam bentuk motif selalu memiliki folosofi makna tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada peserta didik sekolah dasar melalui representasi motif batik khas daerah tersebut. Pada penelitian ini, penulis berusaha merepresentasikan motif batik Wahyu Ngawiyatan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang akan dijadikan sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar Kabupaten Seni Wacana, Apresiasi, dan KreasiN BahariBahari, N. 2014. Kritik Seni Wacana, Apresiasi, dan Kreasi. Pustaka Seni Budaya dan KeterampilanD HendrianiHendriani, D. 2016. Pengembangan Seni Budaya dan Keterampilan. Penerbit untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri MediaH D HumeHume, H. D. 2011. Panduan untuk Guru Kesenian Sekolah Dasar dan Menengah Edisi Kedua Jilid 1. PT. Indeks Permata Puri Pendukung Literasi Budaya dan KewargaanKementerian Pendidikan Dan KebudayaanGln TimKemendikbudKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017a. Materi Pendukung Literasi Budaya dan Kewargaan. Tim GLN Pendukung Literasi DigitalKementerian Pendidikan Dan KebudayaanGln TimKemendikbudKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017b. Materi Pendukung Literasi Digital. Tim GLN Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan KeluargaS KurniawanKurniawan, S. 2016. Pendidikan Karakter Konsepsi dan Implementasinya secara Terpadu di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. Ar-Ruzz Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan PenelitianA PrastowoPrastowo, A. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Ar-Ruzz Kreatif Membuat Bahan Ajar InovatifA PrastowoPrastowo, A. 2012. Pengetahuan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Bahan Ajar TematikA PrastowoPrastowo, A. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Kencana Prenada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MIA PrastowoPrastowo, A. 2015. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Tematik Terpadu. Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Prenada Media Group.
Sepertiwarna merah yang melambangkan keberanian atau kejantanan, warna kuning melambangkan keceriaan, warna putih melambangkan kesucian, warna hijau melambangkan kedamaian. Contoh lainnya adalah makna dari bentuk, semisal adalah patung pada masyarakat Jawa yang melambangkan keharmonisan dalam rumah tangga. 4.
kesempatan kali ini akan membahas artikel Materi Seni Budaya Kelas 9 β kurikulum 2020 tingkat SMP/MTS tahun ajaran 2020, guna untuk mencerdaskan siswa dan siswi. Didalam materi Materi Seni Budaya Kelas 9 ini juga mencakup berbagai macam materi dalam penugasan kompetensi dasar untuk guru. Langsung saja simak pembahasan di bawah iniβ¦? Materi Seni budaya ini didasarkan dengan Buku Pegangan oleh setiap guru Kurikulum 2020 untuk Siswa dan siswi yang akan belajar dan mengajar di setiap sekolahan. Download Materi Seni Budaya Pembahasan Tentang Sejarah Seni Rupa Sejarah dalam perkembangan seni dengan perkembangan secara murni di luar Asia dengan berubahan dalam sejarah seni Eropa dan modern sehingga pengembangan seni ini dapat dijelaskan secara kronologis dengan sejarah. Tahukah istilah βseni β dapat mengacu pada bentuk seni yang dibuat untuk nilai estetika dan keindahannya dan akan bermanfaat sebagai kegiatan untuk memenuhi fungsi dengan kebutuhannya. Seni rupa terletak pada gambar dan karya kreatif seperti lukisan dengan kegiatan non-kreatif lain yang dianggap sebagai seni visual, seperti fotografi dan arsitektur sebagai seni terapan dari pada seni yang murni. Download Materi Seni Budaya Pembahasan Tentang Teknik Seni Grafis Seni Grafis adalah salah satu seni rupa dimensi yang diciptakan dengan mengunakan teknik cetak di atas sebuah media dengan gambar untuk dinikmati keindahan estetikanya. Seni Grafis juga sebuah media yang digunakan dari beragam kertas, papan kayu, yang secara aluminium dengan beragam teknik dan cetak dan dapat juga memakai media dan perlengkapannya. Fungsi Seni Grafis Dari apa yang sudah kami sasmpaikan diatas maka kami juga akan menyampaikan fungsi dari ragam seni grafis. Berikut beberapa fungsi seni grafis dan penjelasanya adalah. 1. Menambah Nilai Keindahan Pada sebuah media dalam pembuatan baju kaos, maka seni itu bisa menambah keindahan dalam baju kaos dua dimensi dan dapat mempercantik media. 2. Menyampaikan Pesan Jenis seni yang 1 ini juga bisa kamu gunakan untuk mengespresikan sebuah pesan bagi yang melihatnya, pesan itu disematkan oleh para seniman didalam sebuah torehan sebuah seni, ada terkadang pesan yang bersifat tersirat. 3. Ungkapan Ekspresi Seni Para seniman sering memerlukan suatu cara untuk menespresikan seni, seni grafis ini dan mereka mampu memberi inspirasi seni tersebut dengan sangat baik, mana didalam seni ini termasuk kedalam seni yang sangat fleksibel. Download Materi Seni Budaya Pembahasan Tentang Media Karya Seni Rupa 2 Dimensi Seni dua dimensi adalah sebuah bagian dari seni visual dan sebagai bentuk seni yang berbeda dengan jenis seni yang lainnya, sehingga seni dua dimensi memiliki nilai keindahan yang sangat bagus di media seni visual. Dalam seni ini juga bisa melihat dan memahami dari berbagai seni, yang digunakan dalam dunia seni yang memiliki batas dari dua sisi dengan membentuk sisi panjang dan sisi lebar. Warna Karya Seni Rupa 2 Dimensi Sebagai menambah informasi yang sering di lakukan dlam karya seni dua dimensi untuk mencocokan warna lukisannya dengan baik. Berikut warna dan ini contohnya Warna primer β Warna dasar terdiri dari merah, biru dan kuningwarna sekunder β Perpaduan dua warna dasarwarna tersier β Campuran dua warna sekunderWarna analog β Diatur berdampingan di roda warnawarna pelengkap β Warna kontras perbedaan warna mencolok Download Materi Seni Budaya Pembahasan Tentang Seni Kriya Gerabah Seni Kriya Gerabah adalah salah satu hasil dari seni terapan, yang hasilnya memiliki fungsi dalam bentuk kehidupan sehari-hari pada masyarakat. Dalam hal ini juga adalah bagian dari komunitas seni yang terpisah antara keramik dan jenis yang lainnya, karena benda ini adalah barang pecah belah dengan permukaan yang halus dan mengkilap seperti porselen dalam bentuk vas. Maka di Indonesia telah ada sejak zaman Neolitik sekitar 3000-1100 SM, yang dikenal sebagai keramik, dan msalnya, gerabah juga memiliki fungsi sebagai alat rumah tangga. Sehingga terdapat juga cara pembuatan dalam waktu dan akan diproses dengan pembakaran suhu yang rendah dan akan menggunakan jerami atau serat kelapa. Sedangkan gerabah adalah adalah sebuah benda dari tanah liat berupa pot, pot, wadah air, dan terdiri dari mineral non-logam yang telah ditemukan pada zaman Paleolitik tahun yang lalu. Menurut Malcolm G. McLaren telah mengemukakan bahwa, hal ini adalah istilah dengan awalnya dapat digunakan untuk karya-karya dari tanah liat alami dan dirawat pad pemanasan pada suhu tinggi. Hasil Seni Gerabah Dari apa yang sudah kami sampaikan di atas maka kami juga akan memberikan beberapa hasil dari Di pembuatan Seni Gerabah diantaranya adalah sebgai berikut Kendi berfungsi sebagai tempat penyimpanan air minumPanci berfungsi sebagai alat untuk memasak nasiPanci berfungsi sebagai alat untuk memasak sayuranPanci berfungsi sebagai alat untuk menyimpan beras atau airAnglo bertindak sebagai alat memasak mirip dengan komporCelengan berfungsi sebagai tempat menyimpan uang Download Materi Seni Budaya Pembahasan Tentang Cabang Seni Seni adalah bagian dari komunikasi manusia yang berdasarkan pengalaman dengan perasaan dan keindahan dan memiliki pengaruh besar pada perkembangan dari semua bidang kehidupan dengan keindahan. Pada perkembangan zaman maka kebutuhan dan pemahaman manusia, seni juga semakin berkembang dan diikuti oleh lahirnya seni baru di masyarakat. Secara umum seni adalah aktivitas manusia untuk menciptakan karya visual atau performatif yang mengekspresikan imajinasi dengan ide atau teknik dalam penciptaan untuk menghargai keindahannya. Seni juga sebuah ekspresi perasaan manusia dalam dunia nyata yang memiliki unsur keindahan atau estetika, dan memiliki fungsi sebagai kegunaan untuk manusia. Istilah seni berasal dari bahasa Sansekerta dan berarti ibadah, persembahan dan layanan yang terkait erat dengan upacara keagamaan yang disebut seni. Sementara itu, menurut ilmu pengetahuan Eropa, seni berasal dari kata yang berarti buatan, yang merupakan media yang melakukan kegiatan tertentu. Contoh Soal Dari Pelajaran Materi Seni Budaya 1. Kota yang memproduksi batik adalah β¦ A. MadiunB. ManokwariC. PekalonganD. Banten 2. Dasar dari apresiasi seni adalah melalui β¦ A. CutiB. Pura-puraC. KagumiD. Pelepasan 3. Ilustrasi yang sering kita temui adalahβ¦. A. DindingB. Meja tulisC. KomikD. Saku 4. Elemen yang paling utama pada dunia tari adalahβ¦. A. GerakanB. Tata riasC. 5. Salah satu lagu yang diciptakan oleh L. Malik adalahβ¦. A. Satu nusa satu bangsaB. Ibu kartiniC. AposeD. Cicak cicak di dinding 6. Kerajinan yang berfungsi untuk mempercantik atau memperbagus sebuah dekorasi secaraβ¦. A. SeniB. DekorasiC. Benda jadiD. Seni ukir 7. Diskusi adalah contoh dari komunikasi dengan menggunakan media komunikasiβ¦. A. LangsungB. Tidak langsungC. TradisionalD. Manual 8. Istilah komputer diambil dari bahasa yang berati peralatan yang digunakan untukβ¦ A. MendengarB. MengolahC. MenghitungD. Membagi 9. Mencari informasi lewat Internet adalah contoh penggunaan media sosialβ¦ A. TradisionalB. LangsungC. Tidak langsungD. Moderen 10. Mosaik adalahβ¦. A. Seni pada gambar dengan mengunakan potongan kertasB. Seni dua demensiC. Seni ukirD. Seni tangan 11. Kerajinan yang berfungsi untuk mempercantik atau memperbagus sebuah dekorasi secara aktual merupakan kelebihan dariβ¦.. A. SeniB. DekorasiC. Benda jadiD. Karya 12. Alat yang digunakan untuk membuat ukiran pada kain batik adalahβ¦β¦ A. SendokB. KuasC. CantingD. Pensil 13. Provinsi yang membuat kain Tapis adalahβ¦β¦ A. lampungB. Sumatera utaraC. PapuaD. Sumatera barat 14. Lagu daerah Bubuy Bulan berasal dariβ¦..A. Jawa TengahB. Jawa BaratC. YogyakartaD. Jakarta 15. Bahan lunak yang berbahan mineral dan yang tidak larut dengan air dalam waktu yang cukup lama jika sudah menjadi padat adalahβ¦.. A. Serat AlamB. GipsC. Tanah liatD. Lilin 16. Contoh dari bahan lunak yang alami adalahβ¦. A. Kulit sapi, Tas, KardusB. Gerabah, kotak pensil, GypsC. Tanah liat, kulitD. Bubur kertas, fiberglass 17. Cara pembentukan dengan langsung seperti lempengan, coil dan juga pijat jari jari adalah teknik dari kerajinan berbahanβ¦. A. Serat alamB. Tanah liatC. KulitD. Teknik lilin 18. Kerajinan yang berfungsi untuk mempercantik atau memperindah sebuah karya tataan interior secara visual dan juga berfungsi sebagai kerajinan β¦. A. EstensiB. DekorasiC. Benda pakaiD. Seni atau karya 18. Media komunikasi dibagi menjadiβ¦ A. 2B. 5C. 1D. 4 19. Bahan gips dengan air dapat dilakukan dengan caraβ¦. A. Menamburkan gips kedalam air sedikit demi sedikitB. Menaburkan gips kedalam airC. Menuang air kedalam gipsD. Menuang air kedalam gips sedikit demi sedikit 20. Hewan yang dapat menirukan seseorang ketika sedang menari adalahβ¦ A. Kelinci, Kucing, Kupu kupuB. Kelinci, Anoa, HarimauC. Keceoa, AyamD. Cicak, Komodo Baiklah Sahabat demikianlah yang dapat kami ulas pembahasan tentang Materi Seni Budaya Kelas 9. Semoga pemahaman yang sangat sederhana ini dapat menambah pengetahuan kita semua, sekian dan terima kasih Baca Artikel Lainnya>>>>> Soal Uas Online Kelas 5Soal Uas Online Kelas 4Soal Online Seni Budaya Kelas6Soal Online Seni Budaya Kelas5Soal Online Seni Budaya Kelas4Contoh Soal IPS Kelas 9Soal Uts Ipa Kelas 7Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas8Contoh Soal Bahasa Indonesia Kelas1Contoh Soal Pkn Kelas5Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas7Contoh Soal Bahasa Inggris Kelas5
padeninurmenerbitkan SENI BUDAYA SEMESTER 2 pada 2021-09-28. Bacalah versi online SENI BUDAYA SEMESTER 2 tersebut. Penulisan informatif tentang koleksi materi pameran (seni lukis, seni grafis, desain, kria, dan lain-lain) agar mudah dipahami oleh tahun 1958 mengadakan penelitian tentang warna yang didasarkan standarisasi untuk aspek
Dalam penyusunan warna untuk berkarya senirupa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu tentang dimensi warna dan efek visual dari hasil pencampuran atau pengkombinasian warna dengan beberapa pedoman yang digunakan. Berikut adalah penjelasan tentang dimensi warna Dimensi warna Dimensi warna didasarkan pada tiga masalah utama yang meliputi Hue ragam warna, Value terang gelap warna, dan Intensity / Saturation cerah suram warna, untuk penjelasan lebih lengkap perhatikan uraian berikut. 1. Hue / ragam warna, Yaitu ragam / macam warna yang dapat ditangkap oleh indera pengelihatan manusia, berdasarkan ragam atau macamnya, warna dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya yaitu Warna Primer, warna ini disebut juga dengan warna pokok yang terdiri dari "warna Merah, Kuning, dan Biru". Ketiga warna ini disebut dengan warna pokok karena warna ini merupakan warna yang tidak dapat diperoleh dengan cara mencampur warna-warna lain, misalnya warna biru habis, tidak dapat diperoleh melalui pencampuran warna merah dan kuning. Warna Primer M-K-B Warna Sekunder, warna ini terdiri dari tiga warna yaitu "Oranye, Ungu, Hijau" warna yang dapat diperoleh dengan cara pencampuran yang homogen dari dua warna primer dengan jumlah yang seimbang. Misalnya warna hijau dapat diperoleh dengan cara mencampur warna biru dan warna kuning, warna ungu dapat diperoleh dengan cara mencampur warna merah dan warna biru, sedangkan untuk mendapatkan warna oranye dapat diperoleh dengan cara mencampur warna merah dan warna kuning. Warna Sekunder O-H-U Warna Tersier, yaitu merupakan campuran yang seimbang dan homogen dua macam warna yang terdiri dari satu warna primer dan satu warna sekunder, misalnya apabila warna merah warna primer dan warna hijau warna sekunder dicampur maka akan diperoleh warna coklat, warna coklat inilah yang disebut dengan warna tersier. Adapun hasil variasi pencampuran yang terdiri dari tiga macam warna primer merah, kuning, biru dan warna sekunder hijau, ungu, oranye akan dapat menghasilkan sembilan macam warna tersier. Warna Tersier OM-OK-HK-HB-UB-UM 2. Value / terang - gelap warna, Yaitu tampilan warna yang mengarah pada tampilan antara terang putih dan gelap hitam. Berdasarkan value-nya, susunan warna dapat diurutkan sebagai berikut Putih Kuning hight light Kuning-oranye dan kuning-hijau light Oranye dan hijau low light Merah-oranye dan biru-hijau middle Merah dan biru hight dark Merah-ungu dan biru-ungu low dark Ungu dark Hitam Value warna Dalam penyusunan warna, apabila suatu warna normal akan ditampilkan lebih terang value-nya ditingkatkan dapat ditambah dengan warna putih, begitu juga sebaliknya, apabila tampilan warna secara normal akan ditampilkan lebih gelap value-nya diturunkan dapat ditambah dengan warna hitam. Value suatu warna lebih terang dari tampilan warna normalnya disebut "Tint", dan bila value-nya lebih gelap dari tampilan normalnya disebut "Shade". 3. Intensity / saturation / cerah - suram warna, Suatu warna bila ditampilkan dalam intensitas yang tinggi akan mempunyai kesan cerah dan terlihat mencolok atau terlihat lebih mengemuka, sebaliknya bila ditampilkan dalam intensitas yang rendah akan terlihat suram dan berkesan lebih kalem dan lembut. Misalnya warna kuning dengan tingkat intensitas tertentu, dapat tampil dengan kesan berani dan menantang, tetapi juga dapat pula tampil surut, datar, dan berkesan tenang. Tingkat intensitas dapat dibuat bervariasi, serta dapat diubah melalui beberapa cara, diantaranya dapat dilakukan mellaui kombinasi dan pencampuran dengan warna lain, bisa juga melalui pemilihan karakteristik tampilan permukaan sebagai tempat dari suatu warna akan ditampilkan. Misalnya Warna merah dapat diturunkan tingkat intensitasnya bila ditambahkan dengan sedikit warna komplemennya yaitu warna hijau. Kecerahan warna oranye dapat dinetralkan dengan mencampurkan sedikit warna biru. Variasi intensitas warna M+H Selain itu kecerahan suatu warna juga dapat dipengaruhi oleh warna dasar dan tekstur dari permukaan tempat suatu warna akan ditampilkan. Permukaan yang bertekstur halus mengkilat dapat meningkatkan intensitas warna, dan permukaan yang bertekstur kasar cenderung menurunkan tingkat intensitas suatu warna.
Ini adalah beberapa hasil karya siswa kelas XI di sekolah saya, ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas pada materi dasar-dasar senirupa tentang materi warna, tugas ini mereka buat pada kertas gambar ukuran A3 dengan 5 macam pembagian bidang sebagai berikut Bidang pertama kotak / kiri atas susunan warna primer - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lurus Bidang kedua kotak / kanan atas susunan warna sekunder - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lengkung tak beraturan Bidang ketiga lingkaran / tengah susunan warna tersier - bidang dibagi dengan komposisi perpotongan garis lengkung beraturan Bidang keempat kotak / kiri bawah susunan warna analogus - bidang dibagi dengan komposisi garis lengkung Bidang kelima kotak / kanan bawah susunan intensitas warna - bidang dibagi dengan komposisi garis lurus Notes untuk mengetahui lebih jauh tentang warna silahkan baca di halaman tentang warna dan kombinasi warna. Tugas ini mereka selesaikan dengan menggunakan pewarna cat tembok warna putih ukuran dicampur dengan pigmen warna, ini bertujuan supaya mereka bisa belajar dari awal tentang proses pembuatan tentang bagaimana suatu warna itu diciptakan. Silahkan bila anda ingin menjadikan karya-karya ini sebagai referensi belajar anda, selamat belajar dan semoga sukses, bila ada yang ingin ditanyakan silahkan buatlah komentar di bawah postingan ini. Tutu Kurniawati XI IPA 2 TP. 2014-2015 Nurul Hidayah XI IPA 2 TP. 2014-2015 Nora Lovy IPA 2 TP. 2014-2015 Noffi Hafidah S. XI IPA 2 TP. 2014-2015Materiajar ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam melakukan proses pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya kelas V semester 1. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajarai materi ajar ini : a. Mempelajari materi ajar secara sistematis dari awal sampai akhir. b. Ikuti petunjuk langkah-langkah pembelajaran yang ada.
75% found this document useful 4 votes11K views1 pageOriginal TitlePengertian Warna Menurut Para AhliCopyrightΒ© Β© All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?75% found this document useful 4 votes11K views1 pagePengertian Warna Menurut para AhliOriginal TitlePengertian Warna Menurut Para AhliJump to Page You are on page 1of 1Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime..